Kamis, Mei 19, 2011

Mencintai Untuk Dicintai Allah

Kebanyakan manusia memiliki visi hanya sebatas kehidupan dunia saja. Pikiran, hati, dan tindak tanduk mereka cuma untuk mengejar kesenangan lahiriah saja.

Sementara orang-orang yang beriman, memiliki visi yang melampaui kehidupan dunia. Mereka sadar bahwa dunia dan seisinya akan punah pada masanya.

Visi mereka tidak berhenti hanya pada dunia melainkan lebih dari itu. Visi mereka mencapai Sang Mahapencipta. Itulah visi akhirat.

Pikiran, hati, dan tindak tanduk mereka tidak diabdikan untuk mereguk kesenangan dunia saja, tetapi ingin meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka sadar bahwa yang abadi hanyalah Allah Ta’ala. Dunia dan seisinya akan mereka tinggalkan lalu hancur binasa.

Kita pun seharusnya demikian. Janganlah cinta kita terhenti oleh kesenangan dunia. Teruskanlah perjalanan cinta tersebut hingga menuju Sang Pencipta. Allah Ta’ala berfirman, ”Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (An-Nisa’ [4]: 134)

Memang tidak mudah mengajak diri mencintai Allah Ta’ala. Pesona dunia sangat menggoda dan melalaikan. Namun, manusia bukannya tak mampu melampauinya. Sebab, mencintai Allah Ta’ala itu adalah fitrah.

Fitrah Mencintai Allah

Saat kita menengadahkan kepala ke langit, atau berjalan di hamparan bumi nan luas, atau berlayar di samudera yang tak bertepi, maka hati kita akan tergetar.

Begitu juga ketika kita mempelajari fenomena air yang mampu menyuburkan tanah, berb

0 komentar:

Posting Komentar